Pelajar 14 Tahun Tewas di Berkoh, Polisi Bongkar Makam untuk Cari Jawaban
BANYUMAS – Kasus meninggalnya seorang pelajar SMP berinisial SHAP (14) di Banyumas kembali menjadi sorotan. Polisi melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam korban pada Rabu, 9 September 2026, untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya.
Peristiwa tersebut bermula pada Sabtu, 5 September 2026 sekitar pukul 03.00 WIB di kawasan Bundaran Berkoh, Jalan Gerilya Timur, Kecamatan Purwokerto Selatan. Saat itu, korban disebut sedang berboncengan dengan temannya menggunakan sepeda motor.
Korban dan rekannya diduga menjadi sasaran warga saat melintas. Sepeda motor yang digunakan disebut mengeluarkan suara knalpot yang dianggap bising.
Dalam kejadian tersebut, korban diduga terkena pukulan menggunakan balok kayu pada bagian kepala. Setelah kejadian, korban mengalami muntah-muntah dan kemudian tidak sadarkan diri.
Rekan korban kemudian membawa korban pulang. Keluarga yang mengetahui kondisi korban langsung membawanya ke rumah sakit. Namun, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kecurigaan keluarga muncul ketika ditemukan luka pada bagian kepala korban saat jenazah dimandikan sebelum dimakamkan. Keluarga kemudian memperoleh informasi mengenai dugaan kekerasan yang terjadi di kawasan Berkoh dan melaporkannya kepada polisi.
Polresta Banyumas selanjutnya melakukan penyelidikan. Dari proses tersebut, polisi menetapkan seorang pria berinisial RM alias U (25) sebagai tersangka. Ia diduga terlibat dalam pemukulan terhadap korban dan telah diamankan untuk menjalani proses hukum.
Polisi kemudian melakukan ekshumasi dan autopsi dengan melibatkan tim medis forensik. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui secara lebih pasti penyebab kematian korban serta memastikan hubungan antara luka yang dialami dengan dugaan kekerasan.
Kasus tersebut menjadi perhatian karena korban masih berusia 14 tahun. Ayah korban juga menyampaikan bahwa anaknya merupakan siswa kelas tiga SMP dan tidak pernah diketahui mengikuti aksi balap liar.
Hingga kini, polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian. Hasil pemeriksaan forensik nantinya menjadi salah satu bukti penting dalam proses penyidikan.
Simak lengkapnya : Pelajar 14 Tahun Tewas di Berkoh