Viral! Dua JPO di Rasuna Said Berdampingan tapi Tak Terhubung, Dijuluki “Love-Hate Relationship”
Dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Jalan H.R. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, tengah menjadi perbincangan netizen. Pasalnya, dua JPO tersebut berdiri cukup berdekatan, tetapi tidak saling terhubung.
Kondisi unik itu kemudian viral di media sosial. Warganet menyebutnya sebagai JPO “Love-Hate Relationship”, karena kedua jembatan terlihat seperti berdekatan tetapi justru tidak dapat digunakan sebagai satu jalur yang tersambung.
Perbincangan tersebut semakin ramai setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan respons terhadap kondisi kedua JPO tersebut.
Salah Satu JPO Akan Dibongkar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan salah satu JPO lama di kawasan Rasuna Said akan dibongkar. Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mengevaluasi kondisi dan fungsi fasilitas penyeberangan yang ada.
Salah satu pertimbangan utama adalah masalah aksesibilitas. JPO lama dinilai belum memenuhi kebutuhan seluruh pengguna, termasuk penyandang disabilitas.
Pemerintah kemudian memilih mempertahankan JPO yang dinilai lebih sesuai dengan kebutuhan kawasan. Fasilitas pada JPO tersebut juga akan ditingkatkan agar masyarakat dapat menggunakannya dengan lebih nyaman.
Pembongkaran JPO lama ditargetkan selesai paling lambat Oktober 2026.
Bukan Sekadar Soal Jembatan
Viralnya JPO Rasuna Said sebenarnya membuka pembahasan lebih luas mengenai pembangunan fasilitas publik.
JPO seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyeberang jalan. Akses menuju JPO juga harus terhubung dengan trotoar, halte, stasiun, dan fasilitas transportasi lainnya.
Selain itu, aspek aksesibilitas harus menjadi perhatian. Penyandang disabilitas, lansia, maupun masyarakat dengan keterbatasan mobilitas membutuhkan fasilitas yang dapat digunakan secara aman dan mudah.
Karena itu, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya melihat bentuk bangunan atau lokasinya. Yang lebih penting adalah apakah fasilitas tersebut benar-benar memberikan kemudahan bagi masyarakat.
Jakarta Terus Berbenah
Kawasan Jalan H.R. Rasuna Said sendiri sedang mengalami penataan. Sebelumnya, pemerintah melakukan penataan jalan, perbaikan trotoar, hingga pembongkaran tiang-tiang monorel yang telah lama mangkrak.
Dalam proses tersebut, fasilitas pejalan kaki menjadi bagian penting agar kawasan tidak hanya nyaman bagi kendaraan, tetapi juga bagi masyarakat yang berjalan kaki dan menggunakan transportasi publik.
Fenomena JPO “Love-Hate Relationship” akhirnya menjadi pelajaran bahwa dua fasilitas yang berdiri berdekatan belum tentu memiliki konektivitas yang baik.
Masyarakat kini menunggu hasil penataan berikutnya. Setelah salah satu JPO dibongkar, harapannya fasilitas yang tersisa benar-benar dapat memberikan akses yang aman, nyaman, mudah, dan ramah bagi semua pengguna.
Bagaimana Menurutmu? Simak selengkapnya : JPO di Rasuna Said