Kalau Ndasmu Diganti Your Head, Apakah Jadi Lebih Sopan?
Secara harfiah, keduanya tidak punya perbedaan makna. Ndasmu ya your head, artinya sama-sama "kepalamu". Tetapi dalam psikologi masyarakat kita, ada bias budaya yang menggelitik. Bahasa Inggris sering kali dipandang sebagai bahasa yang elite, modern, dan kaum intelektual. Ketika seseorang mengumpat atau memotong argumen orang lain dengan kalimat "use your head!" (pakai kepalamu!), lingkungan sekitar cenderung menganggapnya sebagai hal yang biasa, ekspresi urban, atau bahkan keren. Sebaliknya, begitu kata "ndasmu" yang meluncur, vonis tidak berbudaya dan kasar langsung disematkan.
Fenomena ini adalah bentuk dari "kamuflase bahasa". Kita sering kali terjebak pada bungkus luar sebuah kata, bukan pada substansi rasanya. Bahasa Inggris tidak mengenal sistem tingkatan kasta kata (undha-usuk) seperti dalam bahasa Jawa (seperti kata sirah, mustaka, dan ndas). Ketika diterjemahkan ke bahasa asing, nilai rasa yang pekat dan tajam dari kata asli daerah tersebut seolah-olah menguap dan ternetralisasi.
Padahal, kesopanan yang sejati tidak ditentukan oleh kamus bahasa asing mana yang kita gunakan. Jika motivasi dasar di balik ucapan tersebut adalah untuk merendahkan, mengejek, atau menyepelekan lawan bicara, maka memakai istilah "your head" hanyalah cara licik untuk memperhalus kebebalan etika. Nilai kesopanan sejati tetap melekat pada intensi, rasa bahasa, dan bagaimana kita menghormati manusia di depan kita. Mengganti istilah daerah dengan istilah asing tidak serta-merta menaikkan kelas moral seseorang jika isi kepalanya tetap abai terhadap tata krama.
Baca : ndasmu vs your head
